BNN dan Polres Kepulauan Tidung Menduga Temuan Permen Mengandung Narkoba

by pulautidung on October 15, 2016

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Jajaran Kepolisian Resort (Polres) menemukan beberapa permen yang diduga mengandung zat berbahaya alias narkoba ketika melakukan razia di daerah Pulau Tidung, Senin (10/11) lalu.

Namun begitu sampai Selasa (11/10), pihak Polres Kepulauan Seribu tetap melakukan verifikasi bekerja sama bersama BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan Puskesmas sekitar untuk mengetahui dengan detail dan terperinci apa permen tersebut sungguh-sungguh mengandung bahan narkotika atau tidak.

AKP Jajang Sukendar, Kapolsek Kepulauan Seribu, mengatakan pihaknya bersama BNN Kota Jakarta Utara menjalankan sidak di beberapa lapak dagangan penjualan lokasi SD yang berada di Pulau Tidung.

“Kita kemarin menjalankan razia dan sidak, rupanya memang benar ada sekian pedagang permen di area sekolah yang menjual permen yang kami duga kuat mengandung zat narkotika,” tutur Jajang, Selasa (11/10).

Ia mengungkapkan, pihaknya menemui permen jari dan jenis lolipop mengandung narkoba dan sampah hari ini memang banyak dikonsumsi oleh anak-anak polos dan duduk di bangku SD itu.

“Dari hasil dari sidak kemarin, kita mendapatkan 43 permen jari, 25 permen lolipop, dan 43 permen lipstik yang disita dari beberapa pedagang di SD Negeri 01, 02, juga 03 Pulau Tidung, dan Min 26,” ucapnya.

Dikatakan, beberapa pedagang yang ketahuan selama ini jual permen narkoba itu sudah didata lebih lanjut tuk proses pemeriksaan kedepannya bila hasil verifikasi Lab Puskesmas dan BPOM tuntas dilakukan.

“Dari hasil analisa sementara tersebut memang dari BNN mendeteksi terdapat kandungan zat adiktif, namun itu harus kita cek lagi, jangan sesampainya penemuan ini justru akan meresahkan masyarakat,” tambah Jajang.

Sedangkan, Budi Utomo, Bupati Kepulauan Seribu, mengatakan pihaknya telah mengkoordinasikan kepada jajaran lurah dan camat berkaitan untuk makin memperketat barang-barang yang memasuki lewat Pelabuhan di Kepulauan Seribu.

“Saya meminta petugas Satpol PP di tiap-tiap kelurahan mengawasi benar peredaran barang, apalagi tuk urusan narkotika yang sudah ada dalam bentuk permen, itu amat membahayakan generasi muda Indonesia,” kata Budi.

Lebih lanjut, Budi pun akan melakukan renovasi di beberapa pintu masuk tak resmi di beberapa pulau khususnya yang berbatasan pada Tanjung Pasir dan Rawaseban, Tangerang juga wilayah Marina Ancol di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara.

“Kita juga mengantisipasi peredaran narkoba khususnya yang berasal dari masuknya barang-barang serta wisatawan, lantaran kebanyakan narkoba ini justru datang dari warga pendatang yang mau berwisata ke Pulau Seribu, kita koordinasikan pada pihak kepolisian dan BNN tuk meminimalisir penyalahgunaan dari narkotika,” tandas Budi.

Comments on this entry are closed.

Previous post:

Next post: